Apa, Siapa, Kenapa ?


Saya Gumilang Mula Putra Suhendar anak dari pasangan Endang Suhendar dan ibu Nurhayati, anak pertama dari 2 bersaudara. Saya lahir di Bogor kala tragedi TRISAKTI 12 mei 1998. Sebagai anak pertama saya merasa masih belum bisa berkontribusi dan membanggakan keluarga. Malah condong menyusahkan dengan biaya biaya yang terus berdatangan.
Lulus Sekolah Menengah Kejuruan jurusan pemasaran tahun 2016 saya memutuskan untuk bekerja di suatu perusahan untuk membantu keluarga. Namun, saya menyadari ilmu yang saya miliki masih belum cukup, dan memutuskan untuk duduk menuntut ilmu  kembali di bangku perkuliahan. Pada tahun 2017 sampailah di program studi Desain Grafis Politeknik Negeri Jakarta.
  Berasal bukan dari golongan berada, saya rasa bukanlah penghambat saya mengejar mimpi. Saya ingin membantu keuarga dalam perekonomian. Beberpa uji coba pernah saya lakukan, mulai dari belajar bisnis sablon sampai budidaya kroto ( telurs emut ). yang berujung semut kabur menginvasi rumah.  Belum berujung seperti yang diharapkan.
Sebagai manusia saya menyadari kita dilahirkan ke muka bumi bukan untuk lahir – belajar – bekerja dan berujung mati. Lebih dari itu, saya rasa manusia haruslah bermanfaat untuk sekitarnya, mempertanggung jawabkan kesempatan yang diterimanya, dan mati meninggalkan manfaat bagi generasi penerusnya. Maka dari itu saya sering berbicara pada diri “berkarya menbuktikanmu hidup, bermanfaat membuktikanmu manusia, hiduplah manusialah”.
Pemikiran pemikiran itu yang membawa saya mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan yang padahal sebelumnya tak pernah saya ikuti, lirik pun tidak. Saya rasa, saya harus bertanggung jawab atas kesempatan menengguk dalamnya sumur ilmu pengetahuan di Politeknik Negeri Jakarta ini.
Awal masuk perkuliahan saya mendaftarkan diri menjadi staff departemen sosial masyarakat dan lingkungan Himpunan Mahasiswa Grafika Penerbitan (HMGP), dengan pengalan berorganisasi nol. Saya dimanahkan menjadi Project Oficer suatu kegiatan Bakti Sosial yang bernaman BigBoss dengan tema Terimaksih (Tebar Aksi Masyarakat Kawan Alam Bersih) di suatu perkampungan bantaran danau Lio baru Depok. Saya ragu sekaligus cemas namun dengan tim yang luar biasa alhamdulillah kegiatan itu berjalan lancar dengan konten bakti sosial, pelatihan sablon, edukasi kemasan untuk para dewasa, pelatihan gambar serta hiburan untu anak anaknya. Bigboss sukses di laksanakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya menyadari bahwa berbagi kebahagiaan itu candu, saya senang bisa sedikit menjadi manusia.
Tahun 2018 saya dipilih menjadi Kepala Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan yang kerap disingkat Sosmaling HMGP –PNJ dan wakil ketua (Gabungan Mahasiswa Bogor) Gamabo PNJ amanah baru, tanggung jawab baru, tantangan, dan kesempatan bermanfaat baru.
Di Departemen Sosmaling memiliki satu program kerja yaitu BigBoss (Bigbakti Sosial) dan beberapa agenda yaitu aestetik (aesik pakai batik) sebuh ajakan mahasiswa mencintai budaya indonesia yang diwakili batik, advokasi mahasiswa yang kesulitan pembayaran UKT, Oasis (Orasi Alam dan Sosial) upaya penghijauan dengan berbagi totbag sebagai pengganti plastik dan sosialisasi tentang lingkungan yang rencananya akan dilaksanakan bulan maret mendatang, Dana Duka yaitu penggalangan dana bilamana ada yang terkena musibah, piket, dan student critizm. Bilamana pembaca ada tertarik dengan kegiatan kami dan ingin berdonasi bisa dm ke ig @Hmgp_pnj
Di Gabungan Mahasiswa Bogor pun kami memiliki beberapa kegiatan. Salah satunya  yang belum lama dilaksanakan kami bersama jakarta osoji club dan rekan rekan relawan ciliwung turun kesungai bersih bersih pada hari ciliwung, di kegiatan ini saya merasa miris karena kesadran masyrakat akan sampah masih minim. padahal terkadang sampah yang kita anggap sepele seperti sedotan pun bila bertumpuk bisa bisa menciptkan bencana.
Di waktu luang biasanya malam sabtu atau minggu saya ikut bercengkrama dengan komunitas perpustakaan jalanan Moving Book, miris nampaknya muda mudi zaman sekarang lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game online ketimbng membaca buku. Bila mana rekan pembaca ada niatan berdonasi buku bisa dm ke ig @movingbook
Pada saat ini saya  bergabung dengan volunteer Bogor Mengabdi di bidang bogor lestari yang berkecimpungdi bidang pelestarian lingkungan dan budaya. serta tergabung dalam Tim PNJ Mengajar.
Pada dekat 28 januari – 13 februari ini PNJ mengajar akan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat ke desa Kukuk Sumpung, Gobang, Rumpin, kab Bogor sebuah desa dikawasan perbukitan dengan akses yang cukup sulit, dengan tujuan meningkatkan pendidikan di Indonesia melalui pengembangan sebuah desa, saya sebagai pengajar bahasa Indonesia berharap bisa sedikit bermanfaat bagi bangsa saya. Meski saya yakini itu bukanlah hal yang mudah terlebih mengingt mayoritas berbahasa keseharian bahasa sunda. Saya coba menanamkan bahwa bahasa Indonesia bukan hanya prihal nilai diatas sebuah kertas. Esensinya lebih dari itu, bahasa Indonesia adalah persatuan dari keberagaman, kebangkitan dari keterpurukan dan peperangan. Bahasa indonesia adalah toleransi, Bahasa Indonesia adalah kita. Bilama tertarik berdonsi untuk kegiatan PNJ mengajar bisa hubungi saya atau dm ke ig @pnjmengajar2019
Rencana kedepannya saya ingin lebih bermanfaat, berbagi ilmu yang saya miliki dan berusaha menjadi manusia yang manusia, saya berharap bisa mendapatkan kesempatan mendapat Beasiswa Bazma Pertamina.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosamu Sendiri (puisi)